Rejang Lebong-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rejang Lebong, Bengkulu, mendukung penuh pelaksanaan Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 dengan mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,1 miliar.
Dukungan tersebut diwujudkan melalui pembiayaan berbagai kegiatan fisik dan nonfisik TMMD Reguler ke-127 yang dilaksanakan oleh Kodim 0409/Rejang Lebong di Desa Seguring, Kecamatan Curup Utara, sejak 10 Februari hingga 11 Maret 2026.
Wakil Bupati (Wabup) H. Hendri Praja yang bertindak sebagai inspektur upacara pembukaan TMMD ke-127 berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat terealisasi sesuai target waktu yang telah ditetapkan.
“Program TMMD ke-127 ini merupakan bentuk kebersamaan dan implementasi sinergitas yang positif dalam upaya mengatasi berbagai permasalahan bangsa,” katanya.
Ia menilai, TMMD tidak hanya membantu percepatan pembangunan infrastruktur daerah, tetapi juga mendukung akselerasi program pemerintah daerah yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Untuk sasaran fisik meliputi pembukaan jalan baru sepanjang 4 kilometer, perkerasan jalan 1,25 kilometer, serta program tambahan berupa bedah rumah lima unit dan pembuatan lima unit sumur bor,” kata Komandan Kodim 0409/Rejang Lebong Letkol Inf Agung Lewis Oktorada usai pembukaan TMMD di Lapangan SMAN 3 Rejang Lebong, Selasa.
Ia mengatakan program TMMD ke-127 mencakup pembangunan infrastruktur dasar yang sangat dibutuhkan masyarakat desa. Selain kegiatan fisik, TMMD ke-127 juga diisi dengan program nonfisik berupa penyuluhan hukum, pertanian, kesehatan, serta sosialisasi bahaya penyalahgunaan dan peredaran narkoba.
Menurut dia, pelaksanaan TMMD ini juga membuka ruang partisipasi masyarakat dan berbagai pihak lainnya untuk ikut berkontribusi dalam mendukung pembangunan desa.
“Dalam program ini kami membuka peluang partisipasi masyarakat dan pihak lain. Kami berharap ada dukungan dari para dermawan maupun pihak terkait,” ujarnya.
Agung mengatakan, TMMD Reguler ke-127 melibatkan sekitar 150 personel TNI yang bersinergi dengan Polri, masyarakat setempat, serta mahasiswa yang sedang menjalani kuliah kerja nyata (KKN) di Desa Seguring.-*







