Lubuklinggau-Sosialisasi dan penguatan sadar hak asasi manusia (HAM) melalui implementasi P5HAM kepada para perempuan, melibatkan sinergi antara jajaran wilayah Kementerian HAM dan legislatif DPR RI Komisi XIII Fraksi PKB H. SN. Prana Putra Sohe, bersama pejabat wilayah Kakanwil HAM Sumsel Hendri Marulitua, dan Ketua DPW Perempuan Bangsa Sumsel Hj. Yetti Oktarina, di Bendo Cafe Kelurahan Sukajadi Kecamatan Lubuklinggau Barat I, Kamis (30/7/2026).
Hendry Marulitua menyatakan, prinsip P5HAM menekankan aspek penghormatan, perlindungan, pemenuhan, penegakan, dan pemajuan hak asasi manusia dalam kehidupan sehari-hari dan tata kelola pemerintahan.
“Sasaran program pelibatan aparatur negara, komunitas, pelaku usaha, hingga satuan pendidikan untuk menciptakan ekosistem yang ramah HAM,” ujarnya.
Sedangkan Anggota DPR RI Kak Nanan berujar, kesempatan ini bisa dimanfaatkan untuk memahami lebih banyak lagi terkait HAM, sehingga masyarakat semakin sadar akan hak dan kewajibannya.
“Hari ini sasarannya ibu-ibu, bisa memahami pembudayaan HAM, yang tidak disadari ini dilakukan setiap hari dirumah,” tambahnya.
Sedangkan, Ketua DPW Perempuan Bangsa Sumsel, Hj. Yetti Oktarina mengingatkan kembali bahwa perempun merupakan penjaga nilai hak asasi manusia dirumah. Terlebih, perempuan aktor penting penjaga budaya HAM.
“Dari lingkup terkecil yaitu rumah tangga. Peran penting ini terlihat dari posisi sebagai pendidik pertama, penjaga keadilan, dan teladan dalam menghargai sesama anggota keluarga,” ujar Rina.
Dalam sesi dialog, didapati kesimpulan bahwa peran utama di rumah yakni mengajarkan anak-anak untuk saling menghormati, mendengarkan pendapat orang lain, dan menolak perundungan sejak dini. Lalu, pencegah kekerasan menjadi pelindung yang menciptakan rasa aman serta mencegah terjadinya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Serta penyeimbang keadilan, mmemastikan pembagian peran dan kasih sayang yang adil tanpa membeda-bedakan anak laki-laki dan perempuan.-*










