Lubuklinggau-Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Lubuklinggau berupaya menutup kebocoran pendapatan dari sektor parkir, baik yang terjadi di internal maupun eksternal. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Kepala Dishub Lubuklinggau, Hendra Gunawan, mengatakan upaya tersebut dilakukan karena adanya pemotongan dana transfer dari pemerintah pusat yang cukup besar, sehingga daerah harus lebih mengandalkan PAD.

“Nah khususnya dari sektor parkir yang ada di Dishub, kita mencoba meningkatkan target. Yang sebelumnya sekitar Rp50 juta, kita targetkan bisa mencapai Rp3 miliar,” kata Hendra Gunawan yang akrab disapa Aan, Sabtu (7/3/2026).

Aan menjelaskan, pada tahap awal pihaknya akan melakukan pengkajian ulang terhadap pengelolaan parkir yang ada. Selain itu, Dishub juga akan memetakan potensi parkir serta melakukan uji petik di sejumlah titik untuk mengetahui kondisi riil di lapangan.

“Minimal kita mendapatkan gambaran kondisi sebenarnya seperti apa di lapangan,” ujarnya.

Setelah proses pemetaan dan evaluasi dilakukan, Dishub akan merumuskan langkah-langkah strategis untuk meningkatkan kontribusi retribusi parkir terhadap PAD.

Sebelumnya terdapat sekitar 108 titik kantong parkir di Kota Lubuklinggau. Namun dari jumlah tersebut ditemukan adanya tumpang tindih dalam pengelolaannya.

“Sekarang kita data ulang. Dari kondisi eksisting parkir yang sudah ada dengan SK atau surat tugas lama, kita temukan juga potensi parkir baru yang belum memiliki SK atau yang selama ini menjadi parkir liar,” jelasnya.

Dari hasil pendataan sementara, diperkirakan terdapat sekitar 150 titik parkir yang berpotensi memberikan kontribusi terhadap PAD.

Saat ini, lanjut Aan, pihaknya juga sedang menyeleksi juru parkir untuk ditempatkan di sejumlah titik yang selama ini belum memiliki petugas resmi atau yang selama ini dikelola parkir liar.-*

Editor: Muh. Minor

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *